SAMBAS, UngkapFakta.id – Bupati Sambas, Satono, meminta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas terus meningkatkan kompetensi dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif dan responsif.
Hal tersebut disampaikan Satono saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator Tahun 2026 di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, tersebut diikuti 207 pejabat, terdiri atas 33 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 174 Pejabat Administrator di lingkungan Pemkab Sambas.
Melalui kegiatan ini, para pejabat diharapkan dapat memperkuat kompetensi serta memperbarui pemahaman terhadap perkembangan regulasi. Pengetahuan tersebut diperlukan agar kebijakan dan aturan yang berlaku dapat diterapkan secara tepat dalam pelaksanaan program kerja masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Satono mengatakan, pengalaman dan pendidikan yang telah diperoleh para pejabat selama bertahun-tahun perlu diimbangi dengan pembaruan pengetahuan, khususnya mengenai perkembangan peraturan dan kebijakan pemerintahan.
“Ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah mungkin sudah kita lalui 20 atau 30 tahun yang lalu. Karena itu, mungkin perlu peninjauan kembali dan penambahan informasi serta khasanah regulasi terbaru untuk menyempurnakan dan mendampingi program kegiatan yang melekat pada OPD yang Bapak dan Ibu pimpin,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan kapasitas aparatur tidak cukup dilakukan melalui satu kegiatan saja. Upaya tersebut perlu menjadi proses berkelanjutan agar para pejabat semakin siap menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Untuk itu, Satono meminta Sekretaris Daerah memastikan kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur di lingkungan Pemkab Sambas.
Menurut Satono, pejabat pimpinan tinggi pratama memiliki peran penting dalam menerjemahkan kebijakan menjadi program yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Karena itu, mereka dituntut mampu mengidentifikasi persoalan, memahami kebutuhan masyarakat, serta menyusun perencanaan yang tepat sasaran.
“Hari ini pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik. Bila perlu, sebelum masyarakat memohon, kita sudah bisa mengeksekusi apa yang diperlukan,” tegasnya.
Satono juga mengingatkan bahwa karakteristik Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pelayanan publik. Pemerintah daerah harus memastikan pelayanan dapat menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung dan pelosok desa.
Ia berharap, melalui peningkatan kapasitas tersebut, seluruh pejabat Pemkab Sambas semakin profesional dan tanggap dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, program pembangunan daerah dapat terlaksana secara efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Sumber: sambas.go.id / Red)








Tinggalkan Balasan