Proyek Pintu Air Irigasi Senilai Rp18 Miliar Lebih di Kabupaten Sambas Jadi Sorotan: Terbengkalai dan Diduga Bermasalah

,

SAMBAS.UNGKAPFAKTA.ID

Proyek pembangunan pintu air irigasi yang sangat dinantikan masyarakat Kabupaten Sambas, khususnya sebagai upaya penanganan banjir kiriman dan peningkatan sarana prasarana pertanian, kini menjadi sorotan. Proyek yang tersebar di tiga titik berbeda ini justru menunjukkan tanda-tanda keterbengkelan. Rabu (10/09/2025)

Salah satu titik proyek berada di wilayah Pemerintah Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur. Namun, pelaksanaan proyek tersebut sempat terhenti, dan muncul dugaan adanya mark-up anggaran.

Berdasarkan informasi dari papan proyek yang terpasang di lokasi, tercantum data sebagai berikut:`

Pekerjaan: Pembangunan Bangunan dan Pintu Air Irigasi pada D.I.R Kabupaten Sambas

Lokasi: Kabupaten Sambas

Nomor Kontrak & Tanggal: 05/HK 0201/Bws8.8.1/2025, Tanggal 28 Mei 2025

Nomor DPMK & Tanggal: 46/SPMK-Bws8.8.1/2025, Tanggal 03 Juni 2025

Nilai Kontrak: Rp18.445.243.000,-

Tahun Anggaran: 2025

Sumber Dana: APBN

Waktu Pelaksanaan: 120 (Seratus Dua Puluh) Hari Kalender

Pelaksana: PT. Anugrah Bayuarya Perkasa

Alamat: Jl. Sepakat 2, Komp. Mutiara Villa Sepakat No. B27

`Namun, papan proyek tersebut tidak mencantumkan volume pekerjaan secara rinci, seperti panjang, lebar, dan tinggi bangunan.

Tim investigasi UngkapFakta.id melakukan penelusuran di tiga lokasi: Desa Semelagi Besar, Desa Sungai Daun, dan Desa Seranggam. Hasilnya, tidak ditemukan aktivitas pekerja di lapangan. Proyek tampak terbengkalai, dengan penimbunan menggunakan tanah setempat, dan penggunaan kayu kerangka atas yang dinilai tidak berkualitas.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan:

> “Proyek pintu air udah seminggu terbengkalai, Pak. Para pekerja udah nggak kerja lagi, katanya gaji nggak lancar,” ujarnya kepada awak media.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga juga menyampaikan keluhan serupa:

> “Proyek itu, Pak, udah seminggu nggak jalan. Semua pekerja udah pulang. Pekerjanya dari luar, warga sini nggak dilibatkan,” ungkapnya dengan nada kesal.

Upaya konfirmasi melalui WhatsApp ke nomor 0813-4657-XXXX yang diduga milik pelaksana proyek tidak membuahkan hasil. Pesan hanya dibaca, namun tidak direspons.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana belum memberikan tanggapan resmi

TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *