Jama’i Klarifikasi ” Itu Tidak Benar ” Melarang Kendaraan Roda Dua dan Empat Melewati Jalan Cor Apa Lagi Menutup Jalan

Jambi | ungkapfakta.id – Jama’i (60) warga Desa Talang Beledo, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, mengaku merasa tidak melarang kendaraan rodan dua dan roda empat (pribadi) untuk melewati jalan yang sudah di bangun pemerintah di tanah nya sendiri, Minggu (29/12/2024).

Jama’i menjelaskan kronologinya, sebelum dibangun jalan pengecoran di tanah kami, awalnya sudah ada jalan saya buat sendiri untuk tempat parkir mobilnya.Tak lama kemudian pada waktu itu, ketika saya pulang dari kebun saya melihat sudah ada tumpukan material di jalan tersebut, kemungkinan ingin bangun jalan,”Ujarnya.

Lanjut, saat proses jalan di lakukan, saya sempat berbincang dengan kontraktor kenapa di bangun jalan tanah saya, karena belum ada pihak pemerintah memberitahu atau di sosialisasi dengan kami, karena belum di hibahkan,” Ucapnya

Memang pada saat itu, saya tidak ada niat mencegah atau melarang proses jalan yang ingin di bangun di tanah kami. Karena saya memikirkan masyarakat yang lain agar bisa menggunakan jalan tersebut untuk melancarkan perekonomiannya.
Saya juga sempat bicara sama kontraktor, silakan aja dibangun jalan ini asalkan yang tidak boleh melewati akses jalan tersebut hanya mobil trak bermuatan beban berat atau kosong. Karena, kalau membawa beban berat tentu jalan cepat rusak dan hancur, sebab ini jalan lingkungan,”Jelasnya Jama”i dengan nada sedih kepada awak media.

Masih Jama’i, terkait melarang kendaraan roda dua dan roda empat (pribadi), demi allah, saya tidak ada niat untuk melarang pak ” mereka hanya salah faham saja ” yang saya larang itu mobil trak yang bermuatan beban berat dan kosong, selain itu monggo,” Jelasnya

Terkait yang menutup jalan yang di lintang dengan tiang listrik dan batang pohon pinang itu bukan saya pak. Saya hanya matok batas tanah milik saya, kan wajar pak tanah saya patok karena hak saya,” Imbuhnya Jama’i

Parah nya lagi, yang membuat saya merasa cemas dan takut juga keberatan dan tidak terima tiba-tiba datang ramai-ramai sambil marah-marah. Saya juga tidak tahu apa permasalahan sehingga mereka ramai-ramai datang.
Sayang nya saat itu, saya ingin menjelaskan akar permasalahannya namun mereka tidak mau mendengar.

Dalam kejadian ini, saya merasa terkucilkan dan di musuhi bahkan tuduhan-tuduhan yang di lontarkan kepada saya semua itu tidak benar pak, apa lagi saya udah tua untuk apa mau ribut sama warga atau tetangga,” Lirih nya Jama’i dengan nada terisak.

Bukan itu saja, mulai dari RT sampai sudah 3 kali mendatangi rumah Kepala Desa, 2 kali di dalam rumahnya yang terakhir di kandang ayam nya untuk menyelesaikan permasalahan ini,”Tegas Jama’i

Namun anehnya, sampai saat ini tidak ada dari pemerintah desa menanggapi keluhan saya.
Tentu saya selaku warga masyarakat Desa Talang Beledo merasa kecewa atas pemerintah desa yang tidak peduli atas kejadian ini,” Tutur Jama’i dengan nada kecewa.

Sumber Jama,i

Editor : Pimpinan Umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *