Sambas-Kalbar, ungkapfakta.id – Netizen Kabupaten Sambas beberapa hari ini dibuat penasaran. Pasalnya, ada salah satu akun Facebook mengaku mendapat give away berupa uang tunai sebesar Rp51juta dari Raffi Ahmad, Ahad (1/9).
Akun Facebook tersebut mengunggah screenshot foto dirinya melakukan video call dengan Raffi Ahmad. Kemudian foto beberapa gepok uang kertas pecahan Rp100ribu dan struk transfer dari Raffi Ahmad kepada akun penerima.
Berikut isi dari postingan akun Facebook atas nama Novianie Al Fikri, Sabtu 31 Agustus 2024 yang mengaku mendapat giveaway dengan narasi:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
Terimakasih pak Raffi Ahmad (RANS Entertainment) dan juga admin nya sdh memberikan hadiah undian GIVEAWAY uang undian 50juta, Sy senang sekali tdk menyangka ternyata asli Betul, Terimakasih Pak Raffi Ahmad sy sdh tarik tunai uang hadiah nya, Sy senang dapat hadiah 50juta 😊🙏 senang sekali juga bisa Vidio Call langsung dengan pak Raffi Ahmad dan ibu Nagita Slavina 🤗
dan untuk teman-teman, Klau mau tau cara dapat hadiah nya langsung chat saja melalui WA undian pak Raffi Ahmad 0859-2201-7136 , Bilang saja mau ikutan undian GIVEAWAY 🤗😇🙏
Klau tdk mengerti boleh lngsung inbox sy..
Ketika hal tersebut ditanyakan langsung kepada pemilik akun Facebook Noviani, di kediaman jalan H. Doel Semparuk, ia membantahnya. Novi panggilan akrab IRT yang aktif di organisasi wanita ini mengaku akunnya telah dibajak.
“Iya akun Facebook saya telah dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jika ada permintaan yang aneh-aneh tolong diabaikan saja karena itu bukan dari saya,” ungkapnya.
Setelah dilakukan cek fakta akun Facebook atas nama Novianie Al Fikri benar telah dibajak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Terbukti saat login Facebook tidak bisa sama sekali karena semua data pendukungnya telah di reset ulang oleh pembajak.
Hal seperti ini bukan hanya dialami oleh Novianie, karena di luar sana juga ada hal serupa yang dialami oleh pengguna akun Facebook lainnya. Salah satu penyebab utama adalah pengaturan keamanan akun yang masih lemah sehingga mudah untuk diretas orang tak bertanggung jawab.
“Ini pelajaran bagi saya dan kita semua, dari kejadian ini saya menghimbau teman-teman dan para netizen Kabupaten Sambas untuk lebih meningkatkan keamanan akun media sosial kita agar tidak mudah dibajak,” katanya.








Tinggalkan Balasan