SAMBAS.UNGKAPFAKTA.ID
Kondisi proyek jembatan baru diresmikan Bupati Satono Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, menuai kecaman keras dari berbagai pihak. Infrastruktur yang belum lama ini diresmikan Bupati Satono, dilaporkan sudah mengalami rusak parah, mulai cor beton muncul pecah panjang, dan terbelah sehingga munculnya keretakan panjang di sejumlah bagian, Sabtu (11/04/2026)
Dari hasil Pantauan tim investigasi Kamis 9 April 2026 berlokasi Dusun Ramayadi, Desa Jawai Laut, terlihat jelas dibagian fisik jembatan tersebut mengalami kerusakan serius, retak panjang melebar di sejumlah bagian proyek jambatan.
Sorotan tajam dari Perwakilan Laskar Anti Korupsi Sawerigading Republik Indonesia (LAKSRI) Rudi Kurniawan W CFLE, mengecam keras kondisi jembatan yang dinilai tidak mencerminkan berkualitas pembangunan yang seharusnya.
Menurutnya, proyek infrastruktur yang dibiayai anggaran negara semestinya dikerjakan dengan standar Tinggi dan pengawasan ketat, bukan justru menunjukan kerusakan dalam waktu singkat.
“Ini sangat kami sesalkan, jembatan yang baru selesai dikerjakan beberapa bulan dan sudah diresmikan oleh Bupati, justru mengalami kerusakan yang cukup parah, coran beton dibagian kiri dan kanan retak panjang, pecah, dan melebar. Ini jelas tidak wajar dan patut diduga ada masalah dalam pelaksanaannya,” tegas Rudi Kurniawan W CFLE melalui pesan whatsApp nya.
Ia menilai, kerusakan pada jembatan tersebut bukan hanya persoalan teknis, melainkan indikasi adanya kelalaian atau bahkan dugaan ketidaksesuaian spesifikasi dalam pekerjaan proyek tersebut.Ungkapnya
Lebih lanjut, Rudi Kurniawan W CFLE menegaskan bahwa Dinas terkait tidak boleh lepas tangan. Menurutnya, sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam perencanaan hingga pengawasan proyek tersebut. Dinas harus bertanggung jawab atas kondisi yang terjadi,”tuturnya
“Dinas terkait harus tahu dan bertanggung jawab, “Ini bukan proyek kecil” ini uang rakyat, dan menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan sampai dibiarkan hingga menimbulkan korban,”ujarnya
Rudi Kurniawan W CFLE mendesak agar melakukan audit menyeluruh terhadap proyek pembangunan jembatan.tersebut, termasuk memeriksa pihak pelaksana dan proses pengerjaannya
“Kalau perlu Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan “harus di audit” harus ada transparansi. Karena ini menggunakan uang rakyat, berhak tau kualitas Pengerjaannya seperti apa? Ujarnya.
Disisi lain, masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku, mulai merasa khawatir saat melihat kondisi jambatan tersebut. Kondisi fisik yang mulai rusak parah melebar seperti retak panjang dan melebar disetiap cor beton nya,”keluhnya kepada wartawan.
“Ia berharap agar jembatan tersebut cepat di perbaiki oleh pemerintah, jangan dibiarkan terlalu lama,” harapnya.
Disisi lain, sebut saja Herman saat diwawancarai, ia berharap agar segera diperbaiki, jangan dibiarkan terlalu lama.
Coba bapak lihat sendiri disetiap cor beton, dari depan belakang, kiri dan kanan fisik jembatan sudah rusak parah dan semangkin melebar. Betonya sepertinya tidak menggunakan besi hanya dicor saja,” ujarnya.
“Ia juga mengatakan, kami sebagai masyarakat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah membangun jembatan ini. Namun kalau melihat kondisinya, apakah bisa kuat dan bertahan,” tuturnya Herman dengan penuh kecewa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak dinas terkait maupun pelaksana proyek, penyebab kerusakan jembatan tersebut.
Warga berharap pemerintah maupun Dinas terkait segera mengambil langkah cepat, baik perbaikan maupun investigasi, agar jembatan kembali aman dan layak.(Red)








Tinggalkan Balasan